<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jac's Today</title>
	<atom:link href="http://zoiz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zoiz.wordpress.com</link>
	<description>Let's sit and think</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 May 2007 09:51:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='zoiz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jac's Today</title>
		<link>http://zoiz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://zoiz.wordpress.com/osd.xml" title="Jac&#039;s Today" />
	<atom:link rel='hub' href='http://zoiz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Aku pernah datang, dan aku sangat patuh</title>
		<link>http://zoiz.wordpress.com/2007/05/08/aku-pernah-datang-dan-aku-sangat-patuh/</link>
		<comments>http://zoiz.wordpress.com/2007/05/08/aku-pernah-datang-dan-aku-sangat-patuh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2007 09:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[My]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoiz.wordpress.com/2007/05/08/aku-pernah-datang-dan-aku-sangat-patuh/</guid>
		<description><![CDATA[Aku Pernah Datang &#38; Aku Sangat Patuh Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah &#8216;saya pernah datang dan saya sangat penurut&#8217;. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoiz.wordpress.com&amp;blog=650595&amp;post=7&amp;subd=zoiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku Pernah Datang &amp; Aku Sangat Patuh</p>
<p>Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah &#8216;saya pernah datang dan saya sangat penurut&#8217;.</p>
<p>Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dia membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian, dan dia rela melepaskan pengobatannya.</p>
<p>Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.</p>
<p>Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah, papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, &#8220;saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan&#8221;. Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.</p>
<p>Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada ASI dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.</p>
<p>Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa. Mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah, mencuci baju, memasak nasi, dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.</p>
<p>Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya diceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.</p>
<p>Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.</p>
<p>Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom<br />
yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.</p>
<p>Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.</p>
<p>Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus, dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. &#8220;Papa saya ingin mati&#8221;. Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, &#8220;Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati&#8221;. &#8220;Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.&#8221;</p>
<p>Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: &#8220;Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah foto ini&#8221;. Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dia tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudian memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada<br />
akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.</p>
<p>Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.</p>
<p>Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.</p>
<p>Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di-email bahkan menulis: &#8220;Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta.&#8221;</p>
<p>Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota . Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min<br />
menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya, air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.</p>
<p>Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, &#8220;Anak yang baik&#8221;. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.</p>
<p>Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.</p>
<p>Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: &#8220;Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya?&#8221; Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, &#8220;karena mereka semua adalah orang yang baik hati&#8221;. Yu Yuan kemudian berkata : &#8220;Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati&#8221;. Wartawan itupun menjawab, &#8220;Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik&#8221;. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. &#8220;Tante ini adalah surat wasiat saya.&#8221;</p>
<p>Fu yuan kaget sekali, membuka dan melihat surat tersebut. Ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.</p>
<p>Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. &#8220;Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh&#8221;. Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.</p>
<p>&#8220;Saya pernah datang, saya sangat patuh&#8221;, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air sungguh telah pergi kedunia lain.</p>
<p>Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan &#8220;Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah.. &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;.&#8221; demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.</p>
<p>Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.</p>
<p>Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, &#8220;Aku pernah datang dan aku sangat patuh&#8221; (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia.</p>
<p>Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.</p>
<p>Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. &#8220;Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana . Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata &#8220;Aku pernah datang dan aku sangat patuh&#8221;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/zoiz.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/zoiz.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoiz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoiz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoiz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoiz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoiz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoiz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoiz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoiz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoiz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoiz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoiz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoiz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoiz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoiz.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoiz.wordpress.com&amp;blog=650595&amp;post=7&amp;subd=zoiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoiz.wordpress.com/2007/05/08/aku-pernah-datang-dan-aku-sangat-patuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76f53ac324b6b2c5e2c49deae956ea7f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">zoiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta 100 hari</title>
		<link>http://zoiz.wordpress.com/2007/05/08/cinta-100-hari/</link>
		<comments>http://zoiz.wordpress.com/2007/05/08/cinta-100-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2007 09:42:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[My]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoiz.wordpress.com/2007/05/08/cinta-100-hari/</guid>
		<description><![CDATA[Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing. Tina: &#8220;Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku.&#8221; Peter: &#8220;kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoiz.wordpress.com&amp;blog=650595&amp;post=6&amp;subd=zoiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.</p>
<p>Tina: &#8220;Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku.&#8221;</p>
<p>Peter: &#8220;kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang.&#8221; (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)</p>
<p>Tina: &#8220;Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?&#8221;</p>
<p>Peter: &#8220;Eh? permainan apaan?&#8221;</p>
<p>Tina: &#8220;Eng&#8230; gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadipacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?&#8221;</p>
<p>Peter: &#8220;Baiklah&#8230; lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan.&#8221;</p>
<p>Tina: &#8220;Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya&#8230; semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?&#8221;</p>
<p>Peter: &#8220;Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. katanya film itu bagus&#8221;</p>
<p>Tina: &#8220;OK dech&#8230;. Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke karaoke ya&#8230;ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru.&#8221;</p>
<p>Peter : &#8220;Boleh juga&#8230;&#8221;<br />
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang malam harinya)</p>
<p>Hari ke 2:<br />
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.</p>
<p>Hari ke 3:<br />
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Peter. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.</p>
<p>Hari ke 7:<br />
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.</p>
<p>Hari ke 25:<br />
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay. Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.</p>
<p>Hari ke 41:<br />
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.</p>
<p>Hari ke 67:<br />
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.</p>
<p>Hari ke 72:<br />
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan &#8220;Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang&#8221; kemudian peramal itu meneteskan air mata.</p>
<p>Hari ke 84:<br />
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan,merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.</p>
<p>Hari ke 99:<br />
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.</p>
<p>Jam 15:20 pm<br />
Tina: &#8220;Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar. &#8220;<br />
Peter: &#8220;Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?&#8221;<br />
Tina: &#8220;Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini. Sebentar ya&#8221;<br />
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.</p>
<p>Jam 15:30 pm<br />
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga. Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.<br />
Peter : &#8220;Ada apa pak?&#8221;<br />
Orang asing: &#8220;Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah temanmu&#8221;<br />
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang, tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.</p>
<p>Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat. Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.</p>
<p>Jam 23:53 pm<br />
Dokter: &#8220;Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas sekarang tapi Yang Kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya.&#8221;</p>
<p>Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai. Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat.</p>
<p>Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.</p>
<p>Dear Peter&#8230;<br />
Ke 100 hari kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku. Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya. Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku.</p>
<p>Peter, aku sangat sayang padamu.</p>
<p>Jam 23:58<br />
Peter: &#8220;Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku?<br />
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya. Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian ! Tina, Aku sayang kamu&#8230;!&#8221;</p>
<p>Jam dinding berdentang 12 kali&#8230;. jantung Tina berhenti berdetak.</p>
<p>Hari itu adalah hari ke 100&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/zoiz.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/zoiz.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoiz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoiz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoiz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoiz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoiz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoiz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoiz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoiz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoiz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoiz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoiz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoiz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoiz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoiz.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoiz.wordpress.com&amp;blog=650595&amp;post=6&amp;subd=zoiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoiz.wordpress.com/2007/05/08/cinta-100-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76f53ac324b6b2c5e2c49deae956ea7f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">zoiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Why Three Words are hard to say??</title>
		<link>http://zoiz.wordpress.com/2007/05/07/why-three-words-are-hard-to-say/</link>
		<comments>http://zoiz.wordpress.com/2007/05/07/why-three-words-are-hard-to-say/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2007 02:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[My]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoiz.wordpress.com/2007/05/07/why-three-words-are-hard-to-say/</guid>
		<description><![CDATA[This is for everyone.. Hope this will touch ur heart. I have a boyfriend who grew up with me. His name is Jin. I always thought of him as a friend until last year, when we went to a trip from a club. I found that I fell in love with him. Before that trip [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoiz.wordpress.com&amp;blog=650595&amp;post=5&amp;subd=zoiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>This is for everyone..</p>
<p>Hope this will touch ur heart.</p>
<p>I have a boyfriend who grew up with me.</p>
<p>His name is Jin.</p>
<p>I always thought of him as a friend until last year, when we went to a<br />
trip from a club. I found that I fell in love with him.</p>
<p>Before that trip was over, I took a step and confessed my love for him.</p>
<p>And soon, we became a pair of lovers, but we loved each other in<br />
different ways.</p>
<p>I always concentrated on him only, but by him side, there were so many<br />
other girls.</p>
<p>To me, he was the only one, but to him, maybe I was just another girl&#8230;</p>
<p>&#8220;Jin, do you want to go watch a movie ?&#8221; I asked.</p>
<p>&#8220;I can&#8217;t&#8221;</p>
<p>&#8220;Why ? You need to study at home ?&#8221; I felt disappointment grabbing me.</p>
<p>&#8220;No&#8230;Iam going to meet a friend&#8230;&#8221;</p>
<p>He was always like that.</p>
<p>He met girls in front of me, like it was nothing.</p>
<p>To him, I was just a girlfriend.</p>
<p>The word &#8220;love&#8221; only came out from my mouth.</p>
<p>Since I knew him, I had never heard him say &#8220;I love you&#8221; before.</p>
<p>To us, there weren&#8217;t any anniversaries at all.</p>
<p>He didn&#8217;t say anything from the first day and it continued till 100<br />
days&#8230;200 days&#8230;</p>
<p>Everyday, before we say good bye, he would just hand me a doll, everyday,<br />
without fail. I don&#8217;t know why&#8230;</p>
<p>Then one day&#8230;</p>
<p>Me : Um, Jin, I&#8230;</p>
<p>Jin  : What&#8230;don&#8217;t drag, just say&#8230;</p>
<p>Me : I love you.</p>
<p>Jin  : &#8230;you&#8230;um, just take this doll and go home.</p>
<p>That was how he ignored my &#8220;three words&#8221; and handed me the doll.</p>
<p>Then he disappeared, like he was running away.</p>
<p>The doll I received from him everyday, filled my room, one by one. There<br />
were many&#8230;</p>
<p>Then one day came, my 15th year old birthday.</p>
<p>When I got up in the morning I pictured a party with him.</p>
<p>and stranded myself in my room, waiting for his call.</p>
<p>But&#8230;lunch passed, dinner passed&#8230;and soon the sky was dark&#8230;he still<br />
didn&#8217;t call.</p>
<p>It was already tiring to look at the phone anymore.</p>
<p>Then around 2am in the morning, he suddenly called me and woke me from my<br />
sleep.</p>
<p>He told me to come out of the house.</p>
<p>Still, I felt joy and I ran out happily.</p>
<p>Me : Jin&#8230;</p>
<p>Jin  : Here&#8230;take this&#8230;</p>
<p>Again, he handed me a little doll.</p>
<p>Me : What&#8217;s this ?</p>
<p>Jin  : I didn&#8217;t give it to you yesterday, so I am giving it to you now.<br />
I&#8217;m going home now. bye.</p>
<p>Me : Wait, wait ! Do you know what today is ?</p>
<p>Jin  : Today ? Huh ?</p>
<p>I felt so sad, I thought he would remember my birthday.</p>
<p>He turned around and walked away like nothing had happen.</p>
<p>Then I shouted&#8230;</p>
<p>&#8220;Wait&#8230;&#8221;</p>
<p>Jin  : You have something to say ?</p>
<p>Me : Tell me, tell me you love me&#8230;</p>
<p>Jin  : What ?!</p>
<p>Me : Tell me</p>
<p>I put my pathetic self behind and clung on to him.</p>
<p>But he just said simple cold words and left.</p>
<p>&#8220;I don&#8217;t want to say&#8230; that I love someone so easily, if you are<br />
desperate to hear it, then find someone else.&#8221;</p>
<p>That was what he said. Then he ran off.</p>
<p>My leg felt numb&#8230;and I collapsed to the ground. He didn&#8217;t want to say<br />
it easily..</p>
<p>How could he&#8230;.</p>
<p>I felt that&#8230;</p>
<p>Maybe he is not the right guy for me&#8230;</p>
<p>After that day, I stranded myself at home crying, just crying.</p>
<p>He didn&#8217;t call me, althought I was waiting.</p>
<p>He just continued handing me a little doll every morning outside my<br />
house.</p>
<p>That&#8217;s how those dolls piled up in my room&#8230; everyday</p>
<p>After a month, I got myself together and went to school.</p>
<p>But what made the pain resurface was that&#8230;I saw him on a street&#8230;with<br />
another girl&#8230;</p>
<p>He had a smile on his face, one that he never showed me&#8230;as he touched<br />
the doll&#8230;</p>
<p>I ran straight back home and looked at the dolls in my room, and tears<br />
fell&#8230;</p>
<p>Why did he gave these to me&#8230;</p>
<p>Those dolls are probably picked out by some other girls&#8230;</p>
<p>In a fit of anger, I threw the dolls around.</p>
<p>Then suddenly, the phone rang. It was him.</p>
<p>He told me to come out to the bus stop outside my house.</p>
<p>I tried to calm my self down and walked to the bus stop.</p>
<p>I kept reminding myself that I am going to forget him, that&#8230;it&#8217;s going<br />
to end.</p>
<p>Then he came into my sight, holding a big doll.</p>
<p>Jin  : Jo, I thought you were pissed, you really came ?</p>
<p>I couldn&#8217;t help hatinghim, acting like nothing had happen and joking<br />
around.</p>
<p>Soon, he held out the doll as usual&#8230;</p>
<p>Me : I don&#8217;t need it.</p>
<p>Jin  : What&#8230;why&#8230;</p>
<p>I grabbed the doll from his hands and threw it on the road.</p>
<p>Me : I don&#8217;t need this doll, I don&#8217;t need it anymore !! I don&#8217;t want to<br />
see a person like you again.</p>
<p>I spitted out all the words that were inside me. But unlike other days,<br />
his eyes very shaking.</p>
<p>&#8220;I&#8217;m sorry&#8221; He apologized in a tiny voice.</p>
<p>He then walked over to the road to pick up the doll&#8230;</p>
<p>Me : You stupid ! Why are you picking up the doll ?! Just throw it away<br />
!!!</p>
<p>But he ignored me and just went to pick the doll.</p>
<p>Then&#8230;..</p>
<p>Honk~~~~ Honk~~~~</p>
<p>With a loud honk, a big truck was heading towards him.</p>
<p>&#8220;Jin ! Move ! Move away !&#8221; I shouted&#8230;</p>
<p>But he didin&#8217;t hear me, he squatted down and picked up the doll.</p>
<p>&#8220;Jin, move !&#8221;</p>
<p>HONK~~ !!!</p>
<p>&#8220;Boom !&#8221; That sound, so terrifying.</p>
<p>That&#8217;s how he went away from me. That&#8217;s how he went away without even<br />
opening his eyes to say one word to me.</p>
<p>After that day, I had to go through everyday with guiltiness and the<br />
sadness of losing him&#8230;</p>
<p>And after spending two months like a crazy person&#8230; I took out the<br />
dolls&#8230;</p>
<p>Those were the only gifts he left me since the day we atarted going out.</p>
<p>I remembered the days I spent with him and started to count the<br />
days&#8230;.when we were in love&#8230;..</p>
<p>&#8220;One&#8230;two&#8230;three&#8230;&#8221;</p>
<p>That was how&#8230;I started to count the dolls&#8230;.</p>
<p>&#8220;Four hundred and eighty four&#8230;..four hundred and eighty five&#8230;..&#8221;</p>
<p>It all ended with 485 dolls. I then started to cry again, with the dolls<br />
in my arms.</p>
<p>I hugged it tightly, then suddenly&#8230;..</p>
<p>&#8220;I love you~~, I love you~~&#8221;</p>
<p>I dropped the dolls, shoked.</p>
<p>&#8220;I&#8230;lo..ve&#8230;.you ??&#8221;</p>
<p>I picked up the dolls and pressed its stomach.</p>
<p>&#8220;I love you~~ I love you ~~&#8221;</p>
<p>It can&#8217;t be !!</p>
<p>I pressed all the dolls&#8217; stomach as it piled on the side.</p>
<p>&#8220;I love you~~&#8221;</p>
<p>&#8220;I love you~~&#8221;</p>
<p>&#8220;I love you~~&#8221;</p>
<p>Those words came out non-stop.</p>
<p>I&#8230;love you&#8230;..</p>
<p>Why didn&#8217;t I realize that&#8230;</p>
<p>That his heart was always by my side, protecting me. Why didn&#8217;t I realize<br />
that he love me this much&#8230;</p>
<p>I took out the doll under the bed and perssed it&#8217;s stomach, that was the<br />
last doll, the one that fell on the road.</p>
<p>It had his blood stain on it. The voice came out, the on that I was<br />
missing so much&#8230;</p>
<p>&#8220;Jo&#8230;Do you know what today is ? We&#8217;ve been loving each other for 486<br />
days. Do you know what 486 is ?</p>
<p>I couldn&#8217;t ssay I love you&#8230;.Um&#8230;since I was shy&#8230;If you forgive me<br />
and take this doll, I will say that I love you&#8230;</p>
<p>everyday&#8230;.till I die&#8230;Jo&#8230;I love you&#8230;&#8221;</p>
<p>The tears came flowing out of me. Why ? Why ? I asked god, why do I only<br />
know about all this now ?</p>
<p>He can&#8217;t be by my side, but he loved me until his last minute.</p>
<p>For that..and for that reason&#8230;to me&#8230;it became courage&#8230;to live a<br />
beautiful life&#8230;</p>
<p>(&#8220;,) It&#8217;s better to lose your pride with someone you love&#8230;</p>
<p>rather<br />
than lose someone that you love with your useless pride !!!~~</p>
<p>Chersih everyone in your life..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/zoiz.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/zoiz.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoiz.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoiz.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoiz.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoiz.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoiz.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoiz.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoiz.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoiz.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoiz.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoiz.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoiz.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoiz.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoiz.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoiz.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoiz.wordpress.com&amp;blog=650595&amp;post=5&amp;subd=zoiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoiz.wordpress.com/2007/05/07/why-three-words-are-hard-to-say/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76f53ac324b6b2c5e2c49deae956ea7f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">zoiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>My personal life experience</title>
		<link>http://zoiz.wordpress.com/2007/04/10/my-personal-life-experience/</link>
		<comments>http://zoiz.wordpress.com/2007/04/10/my-personal-life-experience/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2007 09:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[My]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoiz.wordpress.com/2007/04/10/my-personal-life-experience/</guid>
		<description><![CDATA[ Sometimes we just can&#8217;t imagine how the task can be accomplished&#8230;..until&#8230;.. we start doing it Take your first step, and GOD will guide u the rest. What do you think?<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoiz.wordpress.com&amp;blog=650595&amp;post=4&amp;subd=zoiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Sometimes we just can&#8217;t imagine how the task can be accomplished&#8230;..until&#8230;.. we start doing it <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Take your first step, and GOD will guide u the rest.</p>
<p>What do you think?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/zoiz.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/zoiz.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoiz.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoiz.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoiz.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoiz.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoiz.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoiz.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoiz.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoiz.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoiz.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoiz.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoiz.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoiz.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoiz.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoiz.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoiz.wordpress.com&amp;blog=650595&amp;post=4&amp;subd=zoiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoiz.wordpress.com/2007/04/10/my-personal-life-experience/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76f53ac324b6b2c5e2c49deae956ea7f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">zoiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Displine Life, is it important?</title>
		<link>http://zoiz.wordpress.com/2007/04/10/displine-life-is-it-important/</link>
		<comments>http://zoiz.wordpress.com/2007/04/10/displine-life-is-it-important/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2007 07:58:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[My]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoiz.wordpress.com/2007/04/10/displine-life-is-it-important/</guid>
		<description><![CDATA[Dear friends, it&#8217;s temporaly unavailable. I&#8217;ll finish it asap. Regard, zoiz<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoiz.wordpress.com&amp;blog=650595&amp;post=3&amp;subd=zoiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear friends, it&#8217;s temporaly unavailable. I&#8217;ll finish it asap.</p>
<p>Regard,</p>
<p>zoiz</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/zoiz.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/zoiz.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoiz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoiz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoiz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoiz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoiz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoiz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoiz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoiz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoiz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoiz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoiz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoiz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoiz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoiz.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoiz.wordpress.com&amp;blog=650595&amp;post=3&amp;subd=zoiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoiz.wordpress.com/2007/04/10/displine-life-is-it-important/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76f53ac324b6b2c5e2c49deae956ea7f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">zoiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
